Minggu, 28 Desember 2014

Tulisan 20


Ekonomi / Makro

Ini Jawaban Dirut Pertamina Soal Usulan Penghentian Impor Bensin RON 88

Selasa, 23 Desember 2014 | 19:57 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto menanggapi soal usulan Tim Reformasi Tata Kelola Migas, yang salah satu rekomendasinya penghentian impor bensin RON 88 atau lebih familiar dengan jenis premium. Menurut Dwi, jika kebijakan tersebut untuk kenaikan nasional, Pertamina akan menindaklanjuti kebijakan tersebut.
"Jadi, kalau itu demi kebaikan nasional sudah barang tentu Pertamina akan menindaklanjuti nanti sesuai dengan kebijakan pemerintah terhadap bagaimana pengamanan pasokan BBM bagi masyarakat, kalau apa namanya beda antara subsidi dengan non subsidi terlalu jauh pasti orang akan kembali ke yang lebih baik," ujar Dwi usai melakukan pertemuan dengan Jaksa Agung HM Prasetyo, di Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (23/12/2014).
Dwi mengatakan, Pertamina siap untuk mengamankan pasokan BBM jika nantinya kebijakan tersebut benar diterapkan. Namun, butuh waktu untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebijakan tersebut.
"Nanti tentu akan butuh waktu bagaimana Pertamina mempersiapkan fasilitasnya lalu sosialisasi ke masyarakat," kata Dwi.
Dwi kemudian membahas soal impor BBM RON 92 yang diturunkan menjadi RON 88. Menurut Dwi, kilang di Indonesia masih banyak yang hanya bisa memproduksi nafta dengan kadar RON 70. Nafta tersebut, kata Dwi, baru bisa dipakai menjadi bahan bakar premium RON 88, jika dicampur dengan HMOC berkadar RON 92.
"Jadi sebenarnya itu memanfaatkan kilang kita itu sendiri," kata Dwi.      

Analisis  : Pertamina siap untuk mengamankan pasokan BBM jika nantinya kebijakan untuk melakukan penhentian impor premium benar diterapkan. Namun, butuh waktu untuk melakukan sosialisai kepada masyarakat.


Tulisan 19


Ekonomi / Keuangan


Libur Natal dan Tahun Baru, Ini Jadwal Operasional Bank Danamon
Rabu, 24 Desember 2014 | 05:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Danamon Indonesia Tbk akan tetap menghadirkan layanan Weekend Banking pada 27 dan 28 Desember 2014. Layanan operasional Bank Danamon meliputi 25 cabang perseroan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Untuk tanggal 24 Desember dan 31 Desember 2014, Bank Danamon akan beroperasi seperti biasa. Sedangkan pada libur dan cuti bersama nasional yaitu tanggal 25 dan 26 Desember 2014 serta 1 Januari 2015 seluruh kantor cabang Danamon akan tutup.
"Layanan Danamon masih tetap bisa diakses di sekitar 1.400 ATM dan 70 mesin setor tunai (CDM) Danamon serta melalui layanan perbankan melalui internet, yaitu Danamon Online Banking, aplikasi mobile banking D-Mobile, dan juga SMS Banking Danamon," tulis perseroan dalam pernyataan resmi, Selasa (23/12/2014).
Layanan Weekend Banking Danamon hadir di 25 cabang di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Bali, Semarang, Pekanbaru, Palembang, Batam, Makassar, Pontianak, dan Surabaya. Dari 25 cabang tersebut, 9 cabang buka pada Sabtu, 27 Desember 2014 dan Minggu, 28 Desember 2014, sementara 16 lainnya layanan Weekend Banking hanya buka pada Sabtu, 27 Desember 2014.
Layanan Weekend Banking tidak melayani transfer melalui kliring dan RTGS yang hanya bisa dilakukan pada hari kerja. Perseroan menjelaskan, informasi tentang cabang-cabang yang tetap beroperasi pada layanan weekend banking pada tanggal 27 dan 28 Desember 2014 dapat diakses di situs Bank Danamon di www.danamon.co.id atau dapat menghubungi Danamon Access Center pada 500-090.

Analisis : PT Bank Danamon Indonesia Tbk akan tetap menghadirkan layanan Weekend Banking pada 27 dan 28 Desember 2014. Layanan operasional Bank Danamon meliputi 25 cabang perseroan yang tersebar diseluruh Indonesia. Layanan Danamon masih bisa di akses sekitar 1.400 ATM dan 70 mesin setor tunai Danamon serta layanan perbankan melalui internet. Layanan Weekend Banking tidak melayani transfer melalui kliring dan RTGS yang bisa dilakukan pada hari kerja.  



Tulisan 18


Kurtubi: Pemerintah Jangan Buru-buru Hapus Premium
Kamis, 25 Desember 2014 | 12:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VII DPR Kurtubi, meminta , pemerintah diminta tidak terburu-buru menghapus bahan bakar minyak (BBM) jenis premium.

"Kalau tujuannya untuk hilangkan mafia kita dukung. Memang mestinya ke depan BBM kita ke arah yang lebih bagus, berkualitas dan ramah lingkungan. Tapi, penghapusan premium tidak boleh dipaksakan dalam waktu singkat," ujarnya di Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Menurut politisi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) tersebut, penghapusan premium akan memerlukan waktu untuk pengkajian secara menyeluruh, sehingga tidak kembali menciptakan mafia baru. "Tidak bisa ujug-ujug diubah ke pertamax. Butuh waktu agar kita tidak terjebak lagi dalam mafia pertamax," ucapnya

Kurtubi juga mendorong pemerintah untuk membangun kilang minyak agar bisa swasembada BBM.

Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi telah memberikan rekomendasi terkait formula harga BBM bersubsidi tanpa skema ron 88, seperti saat ini, dan digantikan Ron 92 atau dikenal dengan sebutan pertamax dari Pertamina.

Analisis : Pemerintah jangan buru-buru untuk mengahapus bahan bakar minyak jenis premium karena akan memerlukan waktu untuk pengkajian secara menyeluruh, sehingga tidak kembali menciptakan mafia baru.


Tulisan 17


Mengapa Masyarakat Harus Berpaling Dari Premium?
Sabtu, 27 Desember 2014 | 15:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) menilai, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi masyarakat Indonesia meninggalkan BBM jenis Premium. Menurut Ketua Tim Tata Kelola Migas Faisal Basri, BBM beroktan 88 itu memiliki pembentukan harga yang tidak jelas.

"Proses pembentukan harga  tidak jelas. Tidak dilengkapi dinamika pasar karena tidak ada pasar (Premium) RON 88 di Asia Tenggara. Tidak ada yang memproduksi, jadi untuk menetapkan harga RON 88 rumusnya aneh," ujar Faisal dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (27/12/2014).

Lebih lanjut, kata dia, lantaran tidak ada pasar internasional yang memperjualbelikan Premium, maka sistem jual-belinya pun menjadi lahan basah bagi para mafia migas. Bahkan Faisal menyebut tempat impor Premium yang dilakukan Pertamina saat ini layaknya "ruang gelap".

Selain karena penentuan harga Premium tak jelas, alasan kedua mengapa masyarakat harus berpaling dari Premium adalah momentum penurunan harga minyak dunia.

"Karena tidak ada pasar (yang jelas), seolah RON 88 ini berada di ruang gelap, munculah mafia menetukan harga tidak lewat (mekanisme) pasar," kata dia.

Sementara itu, hal berbeda terjadi dalam penentuan harga Pertamax atau BBM Ron 92. Menurut Faisal, penentuan harga Ton 92 lebih jelas karena ramai diperjualbelikan di Pasar international. Oleh karena itu, ruang bagi penentuan harga pun bisa lebih jelas terlihat ketimbang BBM Ron 88.

"Kalau pakai Ron 92 tentu kualitasnya lebih baik. Harganya pun bisa kompetitif (dengan Ron 88 apabila disubsidi)," ucap dia.

Analisis : Alasan mengapa masyarakat harus berpaling dari premium yang pertama karena penentuan harga premium yang tidak jelas, dan yang kedua adalah momentum penurunan harga minyak dunia.
















Tulisan 16


Awal Pekan, Rupiah Berpeluang Naik
Senin, 15 Desember 2014 | 08:03 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Nilai tukar rupiah akan kembali diuji kekuatannya pada perdagangan Senin (15/12/2014). Mata uang garuda diproyeksikan berpeluang naik pada perdagangan di awal pekan ini.

Harga minyak kembali turun hingga Jumat (12/12/2014) pekan lalu setelah IEA memangkas proyeksi permintaan minyak dunia di 2015. Sementara itu, membaiknya angka industrial production Zona Euro memberikan dorongan penguatan terhadap euro. Data industrial production AS ditunggu malam ini, diperkirakan membaik.  

Rupiah sendiri mendekati Rp 12.500 per dollar AS dan imbal hasil (yield) SUN 10 tahun di atas 8 persen. Rupiah kembali melemah tajam di Jumat sore lalu walaupun tekanan dollar AS kuat di Asia mulai mereda.

Menurut riset Samuel Sekuritas Indonesia, otoritas BI terlihat masih cukup aktif melakukan intervensi di pasar valas untuk mencegah tekanan pelemahan yang drastis. Ruang pelemahan rupiah diproyeksikan semakin terbatas. "Di awal pekan ini rupiah berpeluang menguat dengan indeks dollar AS yang turun," sebutnya.


Analisis : Nilai tukar rupiah akan kembali diuji kekuatannya pada perdangangan. Mata uang garuda diproyeksikan berpeluang naik pada perdagangan di awal pecan. Harga minyak kembali turun. Otoritas BI terlihat masih cukup aktif melakuaknintervensu du pasar valas untuk mencegah tekanan pelemahan yang drastic. Ruang pelemahan rupiah diproyeksikan semakin terbatas.




Tulisan 15


Ekonom: Jangan Panik, Bukan Hanya Rupiah yang Melemah
Selasa, 16 Desember 2014 | 09:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ekonom Raden Pardede mengatakan, pelemahan tidak hanya dialami rupiah. Kemarin, rupiah "terperosok" ditutup pada Rp 12.714 per dollar AS atau melorot 1,98 persen dibanding penutupan akhir pekan lalu di posisi Rp 12.467.
Mantan Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) itu mengatakan, meskipun nilai tukar menyentuh Rp 13.000 per dollar AS pun, dia berharap kondisi tersebut tidak menimbulkan kepanikan pasar.
"BI dan OJK tetap harus memperhatikan keadaan-keadaan di pasar. Jangan sampai ada kepanikan. Yakinkan kepada pengusaha, pelaku ekonomi, dengan keadaan ini bukan hanya rupiah yang melemah. Kita jangan panik," kata dia, di Jakarta, Senin (15/12/2014).
Raden memandang, saat ini dia belum melihat ada kepanikan pasar. Sebab, pelemahan tidak hanya dialami rupiah, tetapi juga semua mata uang di dunia terhadap dollar AS. Raden mengaku belum bisa memperkirakan nilai tukar rupiah hingga tutup tahun.
Analisis : Pelemahan tidak hanya di alami rupiah. Meskipun nilai tukar menyentuh Rp 13.000 per dollar AS pun diharapkan kondisi tersebut tidak menimbulkan kepanikan pasar. BI dan OJK tetap harus memperhatikan keadaan pasar jangan sampai ada kepanikan tetapi sampai saat ini belum terlihat adanya kepanikan pasar sebab pelemahan tidak hanya dialami rupiah tetapi juga semua mata uang didunia terhadap dollar AS.







Tugas 4


Paragraf Generalisasi

1.       Paragraf Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili.

2.       Contoh Paragraf Generalisasi

Pendidkan karakter untuk melawan koruptor dan kemerosotan moral bangsa terus dilaksanakan di semua sekolah di Indonesia. Namun perlu kita sadari bahwa para koruptor yang tertangkap sekarang justru berasal dari kaum pemuda yang merupakan calon pemimpin dimasa depan. Banyak juga tawuran dan penyimpangan yang dilakukan oleh para pemuda sekarang seperti pemerkosaan, pencurian dan masih banyak lagi. Bisa dibilang pendidikan karakter masih belum efektif mengubah karakter bangsa.

Paragraf Analogi

1.       Paragraph Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, anda dapat menarik kesimpulan.

2.       Contoh Paragraf Analogi

Belajar dengan menggunakan buku dan kertas seperti pedang yang berkepala dua. Jika menggunakan kertas terlalu banyak dapat menyebabkan hutan gundul dan pemanasan global terjadi. Tapi apabila tidak menggunakan kertas dapat menyebabkan orang tidak dapat belajar dengan baik apalagi yang memiliki tingkat ekonomi terbatas serba salah untuk mengambil keputusan seperti saat menggunakan pedang berkepala dua yang bisa menyerang 2 arah yang berlawanan.

Paragraf Hubungan  Sebab Akibat (Kausalitas)

1.       Paragraf Hubungan Sebab Akibat adalah paragraph yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.

2.       Contoh Paragraf Hubungan Sebab Akibat
Perkembangan media transmisi pengiriman data saat ini sangat pesat seperti perkembangan kabel. Pada awalnya media transmisi atau kabel sangat sederhana. Mulai dari kabel coaxial, UTP, dan yang termutakir adalah kabel serat kaca atau fiber optic. Akibatnya teknologi pengiriman dan semakin cepat dan mudah.